PARA PEMUDA MENYERANG KANTOR POLISI

Cita-cita itu harus setinggi langit (kalo gue milih langit-langit kamar soalnya cetek bisa disodok pake gagang sapu) agar dapat menggapai bintang. Mungkin begitulah istilahnya untuk sebagian orang yang tidak mengenal putus asa. Termasuk aku yang gak suka dengan namanya berhenti. Aku jarang sekali mengatakan “aku menyerah atau aku pasrah!”. Aku termasuk pada golongan yang berambisi kuat.Sejak dimulainya penerimaan Pegawai Tidak Tetap pada pendaftaran online di BPN (Badan Pertanahan Nasional) dari Rabu, 15 Desember 2016 ada ratusan pemuda berdesak-desakkan di kantor polres batu 5 Tanjungpinang. Tingginya angka pengangguran dan minimnya lapangan pekerjaan membuat seluruh pemuda Kota Tanjungpinang rela mencium berbagai aroma keringat siang itu. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh pendaftar harus memiliki SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian).

Ini sepi. Kalau yang himpit-himpitan gak bisa difoto. Jangankan mau ngambil foto. Geser tangan aja salah senggol 😨

Tetapi tidak hanya pengangguran yang memang berniat mencari pekerjaan. Orang-orang yang telah bekerja masih belum memperoleh kepuasan. Mereka ikut bersaing bersama dengan para pengangguran. Secara sadar aku juga mendengar celoteh wanita berjilbab yang mengenakan baju kurung dengan teman-temannya “belum tutupkan? Aku baru pulang kerja” katanya. Ada juga yang kudengar “sudahlah, aku menyerah” mendengar itu aku langsung berkata “YESS! Sainganku gugur satu.”


Hal ini juga terjadi pada job fair yang diselenggarakan oleh SMK Negeri 1 Tanjungpinang (sekolah Ane dulu, Gan!) pada tanggal 9-10 September 2016 lalu. Di hari pertama dan kedua calon pelamar berdesak-desakkan untuk antri melamar pekerjaan. Begitu sulitnyakah mencari pekerjaan?

Lalu adakah solusinya dari pemerintah untuk menanggapi tingginya angka pengangguran di Kota Tanjungpinang? Apakah ini tugas negara? Saran saya, pemerintah harus ikut membantu pemuda untuk melepaskan diri dari jeratan pengangguran. Bagaimana caranya? Berwirausaha, yaitu mengembangkan usaha sendiri berdasarkan kemampuan yang dimiliki dengan bantuan modal dari pemerintah. Cerdas! 

Harapan saya, semoga angka pengangguran tidak berimbas pada tingginya kriminalitas di Kota Tanjungpinang. Pemerintah harus memperhitungkan masa sekarang dengan akibat pada masa mendatang. Oleh karena itu, besar harapan saya agar diberikan peluang dan kesempatan kepada pengagguran untuk berwirausaha. Ya kaleeee, buka BIMBEL gak punya dana buat mendirikan tempat! 😧 Ciyeee. Curhat. Alhamdulillah, pekerjaanlah yang mencari saya itu memang benar. Meskipun saya lebih suka menulis daripada menjadi guru tapi, dipercaya untuk mengajar anak-anak bimbingan. Karena kurang nyamannya tempat belajar membuat anak-anak mengundurkan diri 😥 Sebab, tempat belajar masih menggunakan ruang keluarga sebagai kelas.

Judulnya kayak berita HOAX yak? 😆😆


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s